CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0857-19456211 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0857-1945-6211
D0ED153E

Harga Beton Ready Mix|Minimix|Pompa Beton|Beton Instan

Jenis Jenis Semen

Thursday, March 9th 2017.

jenis-jenis-semenJenis Jenis Semen & Sejarahnya

Sebagai salah satu material dalam campuran pembentuk beton, semen merupakan bahan perekat hidrolis yang dapat mengeras jika bersenyawa dengan air membentuk material benda padat. Kali ini kami akan membahas sedikit tentang Jenis Jenis Semen, sejarahnya dan fungsi fungsinya. Awalnya semen dibuat oleh seorang yang bernama Joseph Parker  pada tahun 1796 dengan cara membakar batu kapur argilasius (batu kapur dengan kandungan ± 20 % oksida silica, besi dan alumina).

28 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1824 seorang yang bernama Joseph Aspdin mempatenkan jenis semen yang dibuat tersebut dengan cara membakar batu kapur yang mengandung tanah liat dari pulau Portland di daerah Dorset Inggris. Semen jenis inilah yang pertama membawa nama semen Portland. Tetapi pembuatan semen ini proses pembakarannya tidak sampai berbentuk klinker (terak).

Kemudian pada tahun 1845 Isaac Johnson menemukan semen modern yang dibuat dengan cara membakar tanah liat dan batu kapur sampai berbentuk terak, kemudian terak tsb digiling sampai menjadi halus menggunakan tungku tegak sederhana.

Th 1895 dari Amerika dua orang yang bernama Murry dan Seamen menemukan sebuah tungku putar modern yang digunakan untuk memproduksi semen hingga sekarang ini.

Pabrik semen pertama kali yang didirikan di Indonesia berada di Indarung Sumatera Barat pada tahun 1911. Kemudian pada tahun 1955 penggunaan tungku putar diberlakukan di pabrik semen Gresik di gresik Jawa Timur. Tahun 1968 pabrik semen Tonasa di daerah Tonasa Ujung Pandang dibangun. Kemudian berturut turut pada tahun 1970 dibangun pabrik semen di daerah Cibinong, Tahun 1974 berdiri pabrik semen Baturaja, pabrik semen Andalas di Aceh dan pabrik semen Kupang.

 

Pembuatan Semen

Secara umum pembuatan semen dilakukan dengan cara :

  • Diawali dengan cara menambang bahan bahannya.
  • Bahan baku hasil penambangan yang masih berdimensi besar dipecah pecah dengan mesin pemecah, digiling dan dihaluskan, dicampur sampai rata dengan perbandingan tertentu yang sudah dihitung sebelumnya menggunakan mesin pencampur.
  • Selanjutnya setelah tercampur bahan bahan ini dipanaskan sampai mencapai suhu tinggi 1450°celcius pada sebuah Kiln yang berbentuk bulat dan diputar, sampai bahan bahan ini menjadi klinker. Klinker yang masih sangat panas karena pemanasan di kiln tadi di dinginkan dan dipindahkan lalu ditambahkan gypsum 3-5% untuk mengendalikan setting timenya atau waktu ikatnya selanjutnya digiling lagi sampai benar benar halus dan menghasilkan semen portland.

jenis-jenis-semen-2

5 Jenis Tipe Semen

Terdapat 5 tipe semen yang diproduksi untuk tujuan tertentu dan fungsi tertentu sesuai dengan klasifikasinya yang sudah ditentukan oleh ASTM C-150, yaitu :

  • Semen tipe I (Ordinary Portland Cement)
  • Semen tipe II (Moderate Sulphate Resistance) tahan terhadap sulfat sedang dan panas hidrasi yang sedang.
  • Semen tipe III (High Early Strength) kekuatan awal tinggi.
  • Semen tipe IV (Low Heat of Hydration) panas hidrasi rendah.
  • Semen tipe V (High Sulphate Resistence) tahan terhadap sulfat tinggi.

Perbedaan susunan senyawa pada semen mengakibatkan perbedaan sifat semen. Perbedaan ini akan membentuk karakter dan jenis jenis semen sesuai dengan judul pada artikel kita kali ini. Semen Portland dibagi menjadi 5 jenis semen, dilihat dari susunan senyawanya, yaitu :

  1. Semen type I, semen standar biasa yang banyak digunakan pada produk beton ready mix untuk bangunan umum yang penggunaannya tidak memerlukan syarat syarat khusus.
  2. Semen type II, yang mengandung CA3A kurang dari 8%. Penggunaan semen ini ditujukan untuk bangunan yang berhubungan dengan air limbah atau kotor seperti pondasi yang tertanam di dalam tanah dengan kandungan garam sulfat yang tinggi atau bisa juga digunakan untuk bangunan yang berada di rawa.
  3. Semen type III ini mempunyai sifat perkembangan panas hidrasinya lebih cepat dibandingkan jenis semen portland lainnya, hal tersebut membuat kekuatan awalnya menjadi lebih tinggi. Semen ini bisa digunakan jika kita ingin segera membuka bekisting lebih cepat, atau bisa juga digunakan untuk struktur bangunan yang harus segera digunakan setelah betonnya mengeras. Semen tipe ini juga bisa digunakan pada pengecoran di negara bercuaca dingin (daerah bersalju).
  4. Semen type IV ini berkadar C3S maximum hanya 35 % dan C3A maximum hanya 5 % saja. Penggunaan semen ini memerlukan panas  hidrasi yang rendah. Dipakai pada pekerjaan pembetonan bervolume besar (mass concrete) dan masif, misalkan raft foundation berukuran besar dan bendungan.
  5. Semen type V, pemakaian semen ini dikarenakan sifatnya yang tahan terhadap sulfat. Umumnya digunakan pada struktur bangunan yang berhubungan dengan air laut, saluran atau bak limbah industry, bangunan yang terpapar langsung dengan uap kimia dan gas beracun yg agresif serta pondasi bangunan yg berhubungan dengan air tanah yg mengandung sulfat tinggi.

Demikian pembahasan sedikit kami tentang Jenis Jenis Semen ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan, terima kasih.

 

 

 

 

 

Save

Save

Save

Pencarian Dari Google: