CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0857-19456211 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0857-1945-6211
D0ED153E

Harga Beton Ready Mix|Minimix|Pompa Beton|Beton Instan

Teknologi Beton

Wednesday, May 10th 2017.

teknologi-betonSekilas Mengenai Teknologi Beton

Beton adalah salah satu dari banyak bahan bangunan yang banyak dipakai, hal tersebut karena bahan dasarnya mudah didapatkan serta relatif murah harganya. Saat ini ilmu Teknologi Beton mengalami banyak perkembangan yang begitu pesat di mana inovasi-inovasi baru banyak bermunculan, baik dengan penambahan bahan kimia maupun penambahan material pozolanik serta komposisi dari kombinasi beton. Pada halaman ini kami akan membahas mengenai komponen pembentuknya.

 

Apa Saja Bahan Pembentuk Beton

Seperti sudah disebutkan diatas, beton adalah bahan konstruksi yang paling banyak dipakai di dunia hingga saat ini. Hal tersebut karena:

  • Bahan dasar pembentuk beton seperti semen, air, agregat kasar dan agregat halus mudah didapatkan di alam.
  • Awet dan tahan lama.
  • Mudah dibentuk ke beragam bentuk.

Seperti sudah disinggung di atas, beton dibuat dengan mencampurkan : Air, Semen, Agregat halus (pasir), Agregat kasar dan bahan kombinasi penambah bila dibutuhkan. Jika ditambahkan besi maka material ini menjadi Beton Bertulang yang memiliki keunggulan lebih.

Bahan dasar pembentuk beton yang terdiri dari beberapa material di mixing di batching plant sesuai dengan proporsinya yang telah ditentukan dan diuraikan di dalam buku pedoman pembuatan beton atau mix design. Pada ilmu teknologi beton pembagian kombinasi beton umumnya dibuat dengan mengacu pada beberapa hal berikut ini :

  1. Prosesnya harus mudah, seperti transportasi, kemudahan penuangan di lokasi proyek serta pemadatannya.
  2. Waktu yang diperlukan sebelum beton tersebut mengeras (setting time).
  3. Kemampuan, kekuatan serta ketahanan dari beton itu sendiri setelah dipergunakan.

Beragamnya komposisi bahan dasar beton tersebut akan mempengaruhi beberapa konstruksi beton yang dihasilkan, seperti :

  • Mudah saat pelaksanaannya.
  • Kesatuan dari campurannya.
  • Kekuatan beton tsb setelah mengeras.
  • Durability atau keawetannya.

Jika kita mengulas mengenai teknologi beton, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu bahan dasar pembentuk beton itu sendiri secara rinci. Hal tsb bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton.

 

Semen

Yaitu butiran halus yang jika dicampur dengan air akan menghasilkan pasta semen. Pasta semen ini berperan sebagai pengikat serta penahan agregat kasar dan agregat halus didalam suatu kombinasi agar selalu dalam suatu kesatuan. Terdapat banyak tipe semen yang kita kenal, yakni :

  • Semen Portland
  • Semen blended hidrolis
  • Semen hidrolis expansif

jenis-jenis-semen

Dari berbagai tipe semen di atas, tipe semen portland merupakan semen yang paling banyak dipakai pada proses pembangunan. Sedangkan tipe semen lainnya dipakai untuk proses pembangunan konstruksi dengan keadaan yang spesifik atau konstruksi tertentu saja. Pada artikel teknologi beton ini kami hanya akan membahas soal Jenis Jenis Semen Portland saja.

Semen portland dibagi menjadi beberapa tipe :

No Semen Portland Keterangan
1 Tipe 1 Semen Portland yang umum & banyak dipakai
2 Tipe II Semen yang tahan terhadap sulfat berkadar sedang
3 Tipe III Semen dengan kekuatan awal yang tinggi
4 Tipe IV Semen yang tahan terhadap sulfat berkadar tinggi
  • Semen portland tipe I adalah semen yang paling banyak & umum digunakan untuk berbagai konstruksi bangunan.
  • Semen portland type II dipakai bila konstruksi yang dibangun membutuhkan perlindungan terhadap sulfat dengan level sedang. Seperti : pelabuhan, dam, konstruksi bangunan di tanah ber-rawa, gambut dan tepian pantai.
  • Semen portland type III dipakai untuk memberikan kemampuan kekuatan awal yang tinggi terhadap suatu konstruksi. Pemakaian semen tipe ini berguna saat kita menginginkan membongkar bekesting lebih cepat seperti : pembangunan jalan beton, landas pacu bandara, bangunan di dalam air yang tdk memerlukan ketahanan terhadap sulfat.
  • Semen portland type IV menghasilkan panas hidrasi yang rendah.
  • Semen portland type V dipakai untuk membangun konstruksi yang memerlukan persyaratan : tahan terhadap sulfat yang tinggi, air tanah yang mengandung sulfat : 0.17 – 1.67 %, seperti : bak beton pengolahan limbah industri, konstruksi bangunan dalam air, jembatan, terowongan dan pelabuhan.

Berdasarkan pada penjelasan di atas, disebutkan bahwa tiap tipe semen portland dipergunakan pada pembangunan konstruksi yang tidak sama. Hal tersebut karena semen portland akan bereaksi jika bercampur dengan air atau kelembapan, oleh karenanya penyimpanan semen pun membutuhkan perhatian yang khusus. Semen sebaiknya tak disimpan di atas permukaan tanah secara langsung. Lahan untuk menyimpan juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik, bersih serta kering.

 

Agregat

Agregat ini dibagi menjadi dua yaitu agregate halus dan agregat kasar. Agregat halus adalah pasir sedangkan agregat kasar adalah batu pecah (split) serta kerikil.

Beberapa ciri agregat yang harus di perhatikan, yaitu :

  • Kekerasan, agregat yang memiliki kekerasan yang tinggi akan menghasilkan beton dengan kemampuan yang lebih tinggi pula.
  • Ketahanan dalam yang baik bila mengalami gerusan serta kelapukan.
    secara kimia tak reaktif sehingga tidak bereaksi dengan larutan semen.
  • Bersih dari lumpur sehingga tak mengganggu rekatan antara agregat dengan adukan semen.
  • Bergradasi, agregat yang baik sebaiknya memiliki ukuran yang beragam sehingga akan saling mengisi. Pada akhirnya, beton yang dihasilkan akan semakin padat serta kuat.
  • Bentuk agregat, ada dua bentuk agregat. Yang berbentuk bundar akan mudah dicampur dan dikerjakan namun tak menghasilkan kekuatan yang baik. Sedangkan agregat yang berbentuk tajam atau memiliki bentuk dan sudut yang tak beraturan akan sulit untuk dikerjakan dan dipadatkan namun menghasilkan beton yang lebih kuat karena saling mengunci (interlocking) antara satu batu dengan batu lainnya.

agregat-kasar-agregat-halus

Agregat baik kasar maupun halus sebaiknya disimpan di tempat yang bersih, terpisah dari bahan konstruksi yang lainnya serta kering. Bila area untuk menyimpannya basah, jumlah air yang dibutuhkan harus selalu dijaga dan disesuaikan.

 

Air

Merupakan bahan penting dari komposisi campuran beton karena air dibutuhkan untuk hidrasi semen yang akan menghasilkan adukan semen yang akan mengeras seperti batu. Adukan semen yang saat keras nanti akan mengikat agregat kasar dan halus jadi satu kesatuan yang padu.

Karena peran air sangat penting, oleh karenanya air harus bersih dari berbagai kotoran, unsur kimia serta sampah yang akan memengaruhi kualitas beton. Karenanya, kebersihan air harus dijaga sebelum digunakan. Sebagai patokan : jika air itu aman diminum, maka air itu aman dipakai untuk membuat beton.

air-bersih

Pada teknologi beton yang berkembang hingga saat ini, penambahan bahan additive lainnya bisa dicampurkan jika kita menginginkan suatu kondisi tertentu dari beton yang dihasilkan, baik pada kondisi cair atau sesudah mengeras. Misalnya untuk memberi kemudahan saat pelaksanaan dll.

 

Keuntungan Penggunaan Beton

Beton dibandingkan bahan bangunan yang lainnya memiliki beberapa keuntungan, diantarannya :

  • Mudah dibuat dgn bentuk yang sesuai dengan keinginan.
  • Tahan lama serta butuh sedikit perawatan, menjadikannya lebih ekonomis.
  • Memiliki ketahanan yang bagus terhadap karat serta tidak lapuk.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Tidak keropos karena dimakan serangga atau rayap.

 

Semoga sekilas pembahasan mengenai Teknologi Beton ini berguna dan bermanfaat untuk Anda.