CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0878-7091-4835
-

8 Faktor yang Mempengaruhi Workability Beton Segar

Tuesday, April 23rd 2019.

Sifat pelumas beton yang bisa dikerjakan adalah sifat yang paling penting. Dapat dikerjakan (workability pada beton segar) tergantung pada proporsi bahan penyusun serta pada karakteristik masing-masing material.

Berikut 8 Faktor yang Mempengaruhi Workability Beton Segar kami jelaskan pada postingan di bawah Ini:

01. Kadar Air pada Campuran Beton

Kadar air akan memiliki pengaruh penting pada kemampuan kerja dalam volume beton yang diberikan. Semakin tinggi kadar air per meter kubik beton, semakin tinggi fluiditas beton, yang memengaruhi kemampuan kerja (workability).

Air dibutuhkan terutama terkait dengan penyerapan pada permukaan agregat & untuk mengisi rongga antara agregat.

Namun, menambahkan Air secara berlebihan ke dalam campuran beton bisa merugikan, seperti penjelasan yang kami tulis di bawah ini:

  • Kekuatan beton bisa berkurang.
  • Kelebihan air akan berakibat pada semakin banyaknya jumlah air yang keluar dari permukaan beton yang menyebabkan bleeding (kelebihan air).
  • Kelebihan air akan mengakibatkan bubur semen keluar melalui sambungan bekisting yang akan mengakibatkan hilangnya semen pada beton segar.

02. Ukuran Agregat

Kemampuan kerja (workability) paling utama diatur oleh ukuran maksimum agregat. Jika ukuran kerikil yang dicampur besar maka membutuhkan air dan pasta yang lebih banyak. Akibatnya, untuk jumlah volume tertentu kandungan air & pasta, ukuran kerikil yang lebih besar akan memberikan kemampuan kerja (workability) yang lebih tinggi.

ukuran-agregat-beragam

Catatan: Pada proyek tertentu, ukuran maksimum agregat yang akan digunakan akan tergantung pada banyak faktor seperti : peralatan kerja, mesin mixer dan metode penuangan, ketebalan bagian dan jumlah tulangan. Faktor yang disebutkan belakangan diatas sangat penting.

03. Bentuk Agregat

Bentuk agregat akan mempengaruhi workability beton:

  • Agregat yang bersudut, serpihan & memanjang mengurangi workability beton.
  • Agregat bulat atau subrounded meningkatkan kemampuan kerja karena pengurangan luas permukaan untuk volume atau berat tertentu. Oleh karena itu, digunakan lebih banyak pasta untuk memberikan efek pelumas yang lebih baik.
  • Agregat yang berbentuk bundar memiliki ketahanan gesek yang lebih sedikit dan memberikan kemampuan kerja yang tinggi dibandingkan dengan agregat bersudut, bersisik, atau memanjang.

Catatan: Pasir sungai & kerikil sungai memberikan kemampuan kerja (workability) yang lebih baik untuk beton segar dari pada abu batu.

04. Tekstur Permukaan Agregat

Agregat bertekstur kasar memiliki luas permukaan lebih dari agregat bulat dengan volume yang sama. Agregat bulat halus atau kaca akan memberikan kemampuan kerja yang lebih baik daripada agregat kasar bertekstur. Pengurangan resistensi gesekan antar partikel yang ditawarkan oleh agregat halus juga berkontribusi terhadap kemampuan kerja yang lebih tinggi.

agregat-bertekstur-kasar

05. Porositas Agregat

Agregat berpori dan berpermukaan kasar akan membutuhkan lebih banyak air daripada agregat non-penyerap (permukaannya halus). Untuk tingkat kemampuan kerja yang sama, yang mempunyai permukaan halus akan membutuhkan lebih sedikit air. Secara keseluruhan, faktor ini tidak terlalu penting.

06. Grading Agregat

Grading agregat memiliki pengaruh terbesar pada kemampuan kerja. Semakin baik gradasi agregat, semakin sedikit jumlah kekosongan beton sehingga agregat bertingkat baiklah yang harus digunakan. Ketika jumlah rongga dalam beton sedikit (kurang), maka membutuhkan jumlah pasta semen yang banyak untuk memberikan efek pelumas yang lebih baik.

Jika jumlah pasta beton yang ada pada campuran, sudah kohesif & cukup, sehingga tidak terjadi pemisahan partikel atau biasa disebut Segregasi Pada Beton Segar, maka upaya pemadatan beton tidak terlalu sulit.

Untuk kemampuan kerja (workability) tertentu, ada rumus tertentu yaitu satu nilai agregat kasar / rasio agregat halus, sehingga membutuhkan kadar air yang lebih sedikit (rendah).

07. Penggunaan Admixture Beton

Ini adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk meningkatkan kemampuan kerja beton. Admixture (bahan kimia) beton seperti plasticizer dan superplasticizers sangat meningkatkan kemampuan kerja (workability).

Selain plasticizer dan superplasticizers bisa juga menggunakan (air entraining agents) untuk meningkatkan kemampuan kerja. Air entraining agents menciptakan sejumlah besar gelembung udara yang sangat kecil. Gelembung ini didistribusikan ke seluruh massa beton dan bertindak sebagai rol dan meningkatkan kemampuan kerja.

Campuran mineral seperti bahan Pozzolanic juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan kerja beton.

08. Suhu Sekitar

Dalam cuaca panas, jika suhu meningkat, laju penguapan air pencampur juga meningkat dan karenanya viskositas fluida juga meningkat. Fenomena ini mempengaruhi daya alir beton dan karena hidrasi beton yang cepat, itu akan mendapatkan kekuatan lebih awal yang mengurangi kemampuan kerja beton segar.