CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0878-7091-4835
-

Apa itu Workability Pada Beton Segar?

Monday, April 15th 2019.

workability-pada-beton-segar

Workability Beton Segar Dipengaruhi Beberapa Hal

Dapat atau kemudahan untuk dikerjakan atau dalam bahasa Inggris disebut workability adalah bagian dari beton segar yang baru dicampur atau diaduk. Beton adalah campuran semen, agregat, air, dan admixture tambahan jika diperlukan. Sifat-sifat beton, baik dalam keadaan segar atau keras, dipengaruhi oleh bahan-bahannya dan proporsinya.

Pemahaman dan pengetahuan tentang workability (kemampuan/kemudahan untuk dikerjakan pada beton segar) merupakan hal penting yang harus diketahui untuk membuat campuran beton agar desain campuran beton yang dihasilkan nantinya dapat dengan mudah ditempatkan (dituangkan) dan dipadatkan dengan upaya se minimum mungkin.

Workability atau kemudahan untuk dikerjakan pada beton segar adalah sifat fisik murni dari beton segar yang baru dicampur. Kemampuan kerja beton berarti kemampuan untuk bekerja dengan beton. Beton segar dikatakan bisa digunakan jika dapat dengan mudah diangkut, ditempatkan, dipadatkan, dan finishing tanpa pemisahan. Kemudahan menempatkan (menuangkan), memadatkan, dan menyelesaikan beton dengan cara yang diinginkan disebut kemampuan kerja (workability beton segar).

Beton harus dapat digunakan sehingga mencapai kepadatan maksimum dengan jumlah upaya pengerjaan pemadatan yang wajar. Jika beton segar tidak dapat dikerjakan atau relatif kurang bisa dikerjakan, pemadatan beton akan sulit didapatkan sesuai yang diinginkan sehingga pada akhirnya menghasilkan kekuatan yang minimal dan manghasilkan beton yang berpori.

Jika beton tidak bisa dikerjakan (terlalu encer atau terlalu kaku/kental), orang tidak akan bisa menempatkannya dengan baik ke dalam cetakan/bekesting.

Untuk itu diperlukan pemadatan beton yang memadai, jika tidak dilakukan dengan benar akan ada rongga jika mengering nantinya. Kehadiran rongga akan sangat mengurangi kekuatannya. Rongga dalam beton adalah gelembung udara yang terperangkap saat dituangkan ke bekesting atau ruang yang tersisa setelah air berlebih menguap.

Fenomena ini terjadi ketika beton yang tidak bisa dikerjakan (entah terlalu encer atau terlalu kental) dituangkan ke dalam bekesting untuk struktur bangunan. Bahkan 2 persen rongga udara dapat menurunkan kekuatan beton sebanyak 8-10 persen sedangkan 5 persen rongga udara dapat menurunkan kekuatan beton sebanyak 25-30 persen.

Selanjutnya, rongga udara juga akan menyebabkan kebocoran pada beton saat mengering nantinya karena kepadatannya berkurang.

Workability beton tergantung pada faktor-faktor berikut:

Saat ini banyak perusahaan yang bergerak dibidang kimia industri memproduksi admixtures tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kerja beton segar (workability) tanpa harus menambahkan banyak air karena hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan struktur beton.

 

Ciri Beton Segar Dengan Workability Baik

Beton yang mempunyai workability baik mempunyai ciri sbb :

  1. Beton segar dapat ditempatkan (dituangkan) tanpa kehilangan homogenitasnya, sebagai contoh : beton segar tidak pernah terpisah (antara agregat dan pasta semen) beton segar harus terdistribusikan secara merata di seluruh penampang bekesting/cetakan.
  2. Beton segar selalu dalam keadaan menyatu (tidak boleh terpisahkan antar agregat dan pasta semen), sebagai contoh beton segar tidak pernah terpisah selama pengangkutan atau penempatan/penuangan.
  3. Beton segar dapat dipadatkan dengan upaya/pengerjaan yang ditentukan, yaitu dengan vibrator normal atau bahkan dengan cara merojok (menusuk nusuk) dengan bambu atau batang besi.
  4. Beton segar bisa diselesaikan (finishing) dengan mudah.

Dengan demikian, beton segar dengan workability yang buruk akan menghasilkan Segregasi Beton atau beton yang berongga, hal ini akan mengakibatkan kebocoran dan kekuatan beton yang buruk. Selanjutnya diperlukan teknik tersendiri untuk mengetes beton segar agar didapatkan kemudahan dalam penanganan, penempatan dan pemadatan.

Workability beton diukur (diuji) dengan slump test (uji kemerosotan). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang >> Slump Beton (uji kemerosotan beton).