CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0878-7091-4835
-

Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Pengecoran Beton

Thursday, November 21st 2019.

boleh-tidak-boleh-dilakukan-saat-pengecoran-beton

 

Beberapa Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Pengecoran Beton Berlangsung

Beton adalah bahan konstruksi kompleks yang terdiri dari bahan yang berbeda, yang memiliki fungsi berbeda. Sifat-sifat beton tergantung pada campuran materialnya. Material dasar yang digunakan untuk membuat beton adalah semen, kapur, air, agregat, dan admixture (jika dibutuhkan).

Beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat pengecoran beton berlangsung ini perlu disampaikan agar pekerjaan pembetonan Anda dapat berhasil jika melibatkan perencanaan yang baik dan praktik yang benar. Sebagian besar masalah perbaikan dan pemeliharaan dapat terjadi di gedung karena praktik buruk dalam konstruksi beton. Artikel Boleh dan Tidak Boleh Saat melakukan Pengecoran berikut ini akan membuat pekerjaan pembetonan Anda menjadi sangat mudah.

 

Boleh Dilakukan

  1. Percayakan pembetonan bangunan Anda pada tenaga kerja yang berpengalaman agar pembetonan terlaksana dengan sukses.
  2. Cek dan lihat apakah tenaga kerja yang Anda sewa memiliki tenaga kerja yang terampil dan baik untuk melakukan pembongkaran beton segar.
  3. Cek dan lihat bahwa pembetonan dilakukan di bawah pengawasan orang orang yang terampil. Jangan pernah membiarkan pekerjaan pembetonan dilakukan tanpa pengawasan di lokasi kerja.
  4. Selalu memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang cocok sebelum melakukan pengecoran beton.
  5. Gunakan peralatan kerja yang memadai.
  6. Selalu memilih jenis dan tipe semen yang tepat untuk pekerjaan tertentu. Jika Anda bingung, tanyakan pada teknisi beton atau marketing tempat Anda membeli beton readymix.
  7. Selalu tuangkan beton segar saat kondisi cuaca mendukung.
  8. Pilih dan gunakan mutu beton yang sesuai dengan spesifikasi pada konstruksi bangunan. (misal K-225, K-300, dll).
  9. Pilih dan gunakan campuran beton yang tepat sesuai spesifikasi. Misal : Anda sedang berencana ngecor kolom atau balok dengan dimensi lebar x panjang yang relative kecil maka sebaiknya pilih mutu beton dengan spesifikasi khusus seperti mutu beton screening, atau saat Anda sedang berencana membuat bore pile / strauss pile, maka sebaiknya pilih mutu beton dengan tingkat slump 14 +/- 2 cm atau 16 +/- 2 cm disesuaikan dengan kebutuhan.
  10. Jika pekerjaan pembetonan dilakukan menggunakan mesin molen atau diaduk secara manual, maka pertama-tama, campurkan material beton kering secara homogen (seragam), yaitu semen, agregat kasar, agregat halus sesuai kuantitas yang telah ditentukan. Pekerjaan pengadukan (pencampuran) beton segar yang baik harus selalu mencampur beton kering terlebih dahulu.
  11. Tambahkan air sesuai kuantitas yang telah ditentukan saja. Selalu mengukur air dengan mengukur wadah sebelum menambahkan volume beton.
  12. Campur dan aduk beton segar secara menyeluruh selama sekitar 2 menit untuk mendapatkan beton yang konsisten.
  13. Lakukan uji slump sebelum menuangkan beton.
  14. Jika mengaduk beton di lokasi proyek, beton harus dituangkan ke dalam cetakan dalam kurun waktu 15 hingga 20 menit setelah menuangkan air pada campuran beton. Jika tertunda, tambahkan semen segar atau konsultasikan dengan konsultan.
  15. Lakukan pemadatan yang tepat pada campuran beton segar dengan vibrator atau tusuk tusuk menggunakan besi atau kayu untuk menghilangkan udara yang terperangkap pada adukan beton. Jika pemadatan tidak baik, hal tsb akan membuat rongga (seperti sarang lebah) pada beton yang mengakibatkan kebocoran dari struktur beton, sehingga menyebabkan korosi dan juga mengurangi kekuatan. Ini juga mempengaruhi keawetan struktur bangunan.
  16. Tuang seluruh beton dalam ketebalan yang rata.
  17. Selalu terus memeriksa kekuatan bekisting dan scaffolding sebagai penopang dibawahnya.
  18. Pastikan bahwa bekesting tidak dibuka sebelum waktunya.
  19. Lakukan finishing permukaan dan tepi beton setelah menuangkan beton menggunakan roskam kayu atau roskam logam. Pastikan bahwa beton di finishing (diratakan) dalam arah yang sama sesaat sebelum setting (mengeras).
  20. Lakukan finishing (pemadatan dan perataan) yang benar pada sambungan selama pengecoran beton.
  21. Berikan perhatian (fokus) pada beton yang mengalami bleeding. Air seharusnya tidak menguap dengan cepat.
  22. Pastikan tidak ada yang berjalan diatas permukaan beton sampai beton benar benar mengeras.
  23. Gunakan admixture yang benar jangan sampai terjadi beton mengeras sebelum waktunya. Atau terjadi slow setting yaitu beton lama mengerasnya karena campuran retarder yang terlalu banyak.
Baca Juga :  Pentingnya Water Cement Ratio Pada Beton

tidak-boleh-dilakukan-saat-pengecoran-beton

Tidak Boleh Dilakukan 

  1. Jangan menggunakan bekisting yang rusak. Ini mempengaruhi beton, yang akan menghasilkan beton yang berpori (atau seperti sarang lebah).
  2. Jangan gunakan agregat yang tidak dicuci saat mengaduk beton, kandungan lumpur diluar spesifikasi yang ditentukan bisa berakibat pada menurunnya kuat tekan beton.
  3. Jangan lupa untuk membuat sample kubus atau silinder beton selama melakukan pengecoran. Kekuatan beton harus sesuai dengan desain campuran yang telah ditentukan.
  4. Jangan melakukan penambahan volume beton dilokasi pengecoran dengan mix design yang berbeda yang berakibat pada ketidak seragaman campuran beton.
  5. Jangan gunakan beton dengan kekentalan (slump) yang tinggi yang tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan konstruksi bangunan Anda.
  6. Jangan menjalankan mixer beton lebih dari dua menit yang mengakibatkan pemisahan konstituen beton.
  7. Jangan menambahkan lebih banyak air untuk memudahkan penuangan (penempatan) selama pembetonan. Perbandingan banyaknya air dan material lainnya atau yang dikenal dengan water cement ratio akan mempengaruhi kekuatan beton. Baca >> Pentingnya Water Cement Ratio pada Beton.
  8. Jangan menggunakan beton semi kering dalam penuangan. Akan ada kemungkinan terjadinya beton berpori (sarang lebah) di dalam beton.
  9. Jangan menjatuhkan beton dari ketinggian karena ini akan menyebabkan pemisahan (segregasi).
  10. Jangan biarkan tumpukan beton di satu tempat selama penuangan.
  11. Jangan menggetarkan (memadatkan) beton yang sudah mulai mengeras. (misalkan baru digetarkan setelah beton segar dituangkan 30 menit)
  12. Jangan lakukan pemolesan beton saat bleeding terjadi di permukaan beton.
  13. Kecuali harus dan tidak dapat dihindari, jangan pernah melakukan pembetonan di malam hari. Pengaturan pencahayaan tidak pernah memadai di semua tempat kerja dan karenanya beberapa kesalahan sangat mungkin terjadi di suatu tempat.
  14. Jangan membuka bekisting sampai beton mendapatkan kekuatan yang cukup.
  15. Saat finishing beton dilakukan, jangan pernah membuang atau memercikkan air ke permukaan beton.
  16. Jangan melakukan pembongkaran beton segar jika hujan deras.
  17. Jangan pernah mengizinkan pekerja anak di lokasi.

Semoga halaman Boleh dan Tidak Boleh Saat Melakukan Pengecoran Beton berikut ini bermanfaat buat Anda dan membuat pekerjaan pembetonan Anda menjadi sangat mudah.

Baca Juga :  Cara Menghitung Volume Cor Beton Jalan