CONTACT PERSON :
0812-1180292 / 0852-31115717 / WA : 0878-70914835 / Telp&Fax : 02189952939
PENTING...!!
Pemesanan Sebaiknya 2 - 3 hari Sebelumnya. Pembayaran Cash Sebelum Barang Dikirim !
EMAIL :
momo.sukarmo@gmail.com / cvmandirijayabeton@gmail.com
0812-1180-292
0852-3111-5717 / 0878-7091-4835
-

Curing Beton dengan Metode Kolam

Friday, May 22nd 2020.
Share This :

curing-beton-dengan-metode-kolam

 

Perawatan beton (curing beton) meliputi menjaga beton agar tetap lembab dan melindunginya dari kehilangan kelembaban yang dibutuhkan untuk hidrasi semen. Perawatan beton setelah pengecoran beton sangat penting. Kapan Mulai Merawat Beton? << cek artikel ini.

Metode ponding (membuat kolam) adalah salah satu metode yang sangat terkenal dan banyak diadopsi dalam perawatan beton (curing beton). Metode ponding (kolam) hanya dapat dimungkinkan pada permukaan beton horizontal atau datar dari struktur (yaitu curing slab beton) di mana air dapat dengan mudah dipertahankan di atas struktur beton setelah dituang ke cetakan. Anda tidak dapat menggunakan curing beton dengan metode ponding (kolam) pada atap atau kolom yang miring, dengan metode ini. Namun, untuk pelat lantai, metode ini paling cocok. Lihat juga : Macam Macam Mutu Beton Readymix untuk Pembangunan Apapun

Dalam metode kolam ini, kolam di buat dengan bentuk persegi panjang atau persegi kecil yang dibangun dengan menggunakan gumpalan tanah liat atau tanggul ramping di sepanjang permukaan beton (lihat gambar). Air diisi dalam kolam persegi empat atau persegi kecil dua atau tiga kali per hari tergantung pada kondisi cuaca. Metode ini sangat efisien karena mudah dibuat tetapi banyak membutuhkan air, semakin besar luasan pelat lantainya semakin banyak kebutuhan airnya.

Tetapi karena tanggul kanan kiri kolam tersebut hanya dibuat menggunakan tanah liat maka kolam dapat dengan mudah pecah dan air dapat mengalir keluar yang mengakibatkan hilangnya proses curing pada beton dan air pada keduanya.

Metode ini mungkin lebih baik daripada metode curing beton lainnya tetapi juga yang paling sulit dilakukan dengan benar. Karena itu, tindakan pencegahan berikut diperlukan:

  • Air harus terus diisi ulang untuk menghindari kekeringan karena air kolam hilang karena penguapan.
  • Semua sudut dan tepi seluruh permukaan beton harus tertutup rapat agar genangan air tidak bocor / rembes kemana mana sehingga menghindari bercak kering atau watermark.
  • Air yang digunakan untuk pengawetan harus memiliki sifat yang identik dengan air yang digunakan untuk pembuatan beton, yaitu air yang layak minum.
  • Air dan bahan yang digunakan untuk mengikat harus bebas dari zat yang akan menodai atau mengubah warna permukaan beton.
  • Perbedaan suhu air curing dan suhu sekitar tidak boleh lebih dari 11 ° C untuk mencegah tekanan panas yang dapat menyebabkan keretakan.
  • Jumlah air yang cukup harus tersedia di lokasi selama periode pengeringan 7 hingga 14 hari.
  • Penahan air yang terbuat dari mortar tanah liat atau semen tahan air untuk menahan air harus dipertahankan selama periode curing dan tidak boleh terganggu karena pergerakan pekerja yang mengelolanya.
  • Ketinggian penahan air dan luas permukaan beton yang akan ditampung harus dipilih sedemikian rupa sehingga setidaknya ada sekitar 25 mm air yang tertampung di permukaan tertinggi.
Baca Juga :  Butuh Material Bangunan dan Jasa Sipil Pembangunan? Kami Siap Membantu!

 

 

Share This :